Kamis, 20 Agustus 2020

4 METODE DEPRESIASI DALAM AKUNTANSI DAN BISNIS

Metode Depresiasi – Istilah dalam dunia akuntansi mungkin banyak yang belum kamu tahu padahal perannya cukup vital, salah satu yang perlu dipahami adalah istilah depresiasi. Depresiasi atau penyusutan adalah suatu biaya yang dialokasikan untuk aset tetap selama suatu periode tertentu. Atau dengan kata lain, penyusutan ini juga dapat diartikan sebagai suatu hal yang dapat mengubah biaya asli dari aset tetap (fixed assets) seperti gedung pabrik, alat-alat kerja dan mesin produksi menjadi beban selama masa manfaat yang diharapkan dari aset tetap tersebut.

Depresiasi ini biasanya akan mempengaruhi nilai dari sebuah perusahaan karena akumulasi penyusutan yang diungkapkan untuk setiap aset dapat mengurangi nilai buku pada neraca. Beban penyusutan ini akan mempengaruhi laba bersih, karena akan dianggap sebagai beban biaya atau pengeluaran dalam laporan keuangan.

Karakteristik dari Depresiasi

Depresiasi memiliki 5 karakteristik yang diantaranya:
  1. Depresiasi adalah sebuah penurunan dari nilai aset tetap. Penurunan ini bersifat permanen. Setelah dikurangi, itu tidak dapat dikembalikan ke nilai aslinya.
  2. Penyusutan atau depresiasi ini merupakan sebuah proses bertahap dan berkesinambungan yang berkurangnya nilai aset, baik dengan penggunaan aset maupun karena berakhirnya waktu
  3. Penyusutan bukanlah sebuah proses penilaian aset tetapi adalah proses mengalokasikan biaya suatu aset untuk mengefektifkan masa penggunaannya
  4. Depresiasi dapat mengurangi nilai buku dan bukan nilai pasar aset
  5. Depresiasi ini digunakan hanya untuk aktiva tetap yang berwujud saja. Artinya depresiasi tidak dapat digunakan untuk aset yang tidak berwujud.
Contoh Penyusutan Aset

Jika sebuah kendaraan yang digunakan untuk melakukan pengiriman barang dibeli dengan biaya Rp300 juta, perkiraan penggunaan mobil adalah 5 tahun. Umumnya perusahaan akan mendepresiasikan aset tetap tersebut menjadi Rp48 juta per tahun untuk jangka waktu 5 tahun,

Faktor-Faktor yang dapat Mempengaruhi Penyusutan Aktiva Tetap

Banyak hal maupun faktor yang dapat mempengaruhi penentuan biaya depresiasi, karena itu inilah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat menentukan biaya depresiasi:

Biaya Perolehan (Acquisition Cost)

Biaya akuisisi merupakan faktor utama dalam menentukan jumlah dari penyusutan. Beban penyusutan dapat dihitung sesuai dengan total biaya suatu aset yang perlu dikeluarkan hingga aset tetap tersebut siap kembali digunakan. Biaya-biaya yang termasuk adalah:
  • Harga pembelian suatu aset
  • Biaya transportasi atau pengiriman
  • Biaya pemasangan
  • Bea masuk
  • Biaya pemasangan
Perkiraan Umur Ekonomis Aktiva (Estimate Economical Life Time of Asset)

Faktor yang kedua adalah umur ekonomis dari sebuah aset. Artinya jumlah penyusutan yang lebih kecil akan dibebankan untuk aset dengan masa manfaat yang lebih lama dan sebaliknya. Umur ekonomis dapat dinyatakan dalam jumlah unit yang diproduksi atau dengan jangka waktu seperti minggu, bulan hingga tahun.

Perkiraan Nilai Residu Aset (Estimated Residual Value of Asset)

Nilai sisa aset atau yang biasa dikenal nilai residu aset merupakan sebuah nilai yang dapat direalisasikan ketika aset dijual atau tidak digunakan kembali. Jika sebuah perusahaan menggunakan aset tersebut hingga usang dan sama sekali tidak memberikan manfaat lagi, maka aset atau aktiva tersebut dapat dikatakan sudah tidak lagi memiliki residu atau nilai sisa lagi. Namun, jika perusahaan menggantikan aktivanya setelah periode penggunaan yang relatif singkat dan aset yang bersangkutan masih dapat dimanfaatkan, maka nilai residu tersebut tentu akan tetap masih tinggi.

Metode Depresiasi dalam Akuntansi Bisnis

Dalam sebuah perusahaan tentu memiliki beberapa metode depresiasi yang paling umum digunakan dalam perusahaan-perusahaan di Indonesia. Seorang akuntan perlu menggunakan metode depresiasi yang rasional dan sistematis. Seperti yang sudah kita lakukan pada contoh di atas terkait penyusutan sebuah aset berupa kendaraan yang digunakan untuk pengiriman mobil.

Pada contoh gambaran tersebut, kita dapat menggunakan beberapa metode depresiasi untuk menghitung beban penyusutan keuangan perusahaan diantaranya metode:

Metode Garis Lurus (Straight-Line Method)

Metode ini juga sering dikatakan metode straight line method ini merupakan sebuah metode yang paling sering digunakan untuk melakukan perhitungan beban penyusutan. Metode ini memiliki fokus pada penyusutan menggunakan waktu bukan dari fungsi penggunaannya. Metode garis lurus ini memiliki rumus perhitungannya yaitu:
  • Biaya Penyusutan = (Biaya Perolehan Aset – Nilai Residu) / (Masa Manfaat Aset)
  • Beban Penyusutan = (Rp300 juta – Rp60 juta) / 5 = Rp48 juta

Penggunaan metode kadang dinilai kurang realistis karena penggunaan aktiva sama setiap tahunnya.

Metode Beban Menurun (Decreasing Change Method)

Metode beban menurun ini adalah suatu metode penyusutan yang dipercepat dimana menyediakan biaya penyusutan yang lebih tinggi di awal tahun dan akan rendah pada periode selanjutnya. Fokus utama pada metode ini adalah beban penyusutan yang lebih banyak pada tahun awal mengingat aktiva mengalami penurunan pada tahun tersebut. 

Metode bebas menurun juga terbagi menjadi dua yaitu:

Metode Jumlah Angka Tahun

Perhitungan penyusutan ini menggunakan pecahan dengan pembilang angka tahun (5+4+3+2+1=15) dan jumlah tahunnya yang menjadi penyebut. Pada metode ini, pembilang menurun dari tahun ke tahun dan penyebut tetap konstan (5/15, 4/15, 3/15, 2/15 dan 1/15), berikut contohnya:

TahunHarga Perolehan
(Rp)
Pecahan PenyusutanBeban Penyusutan (Rp)Akumulasi Penyusutan (Rp)Nilai Buku Akhir Tahun (Rp)
1450.000.0005/15150.000.000150.000.000350.000.000
2450.000.0004/15120.000.000270.000.000230.000.000
3450.000.0003/1590.000.000360.000.000140.000.000
4450.000.0002/1560.000.000420.000.00080.000.000
5450.000.0001/1530.000.000450.000.00050.000.000


Metode Saldo Menurun

Pada metode ini biasanya digunakan untuk biaya penyusutan berupa keliatan dari metode garis lurus. Seperti contoh, tarif saldo dapat menurun berganda untuk aktiva 10 tahun akan menjadi 20% atau dua kali biaya garis lurus yaitu 1/10 atau 10%. Berikut contohnya:

TahunHarga Perolehan (Rp)Nilai Buku Awal Tahun (Rp)TarifPenyusutan (Rp)Akumulasi Penyusutan (Rp)Nilai Buku Akhir Tahun (Rp)
1500.000.000500.000.00040%200.000.000200.000.000300.000.000
2500.000.000300.000.00040%120.000.000380.000.000180.000.000
3500.000.000180.000.00040%72.000.000428.000.000108.000.000
4500.000.000108.000.00040%43.200.000456.800.00064.800.000
5500.000.00064.800.00014.800.000485.200.00050.000.000


Metode Aktivitas (Unit Penggunaan atau Produksi)

Metode yang ketiga ini ada metode aktivitas dimana metode ini berasumsi bahwa penyusutan adalah fungsi dari produktivitas atau penggunaan dan bukan dari segi berlalunya waktu. Dengan gambaran di atas, penentuan umur penyusutan dari kendaraan tersebut tidak akan memiliki masalah tertentu mengingat penggunaannya relatif mudah diukur. 

Namun, metode ini memiliki keterbatasan karena tidak tepat jika digunakan pada situasi penyusutan dengan berdasarkan waktu dan bukan aktivitas.

Metode Depresiasi Khusus

Yang terakhir ada metode depresiasi dimana metode ini memiliki tujuan untuk mengetahui penyusutan manfaat aset sebuah perusahaan. Pada beberapa kasus, perusahaan tidak lagi dapat memilih salah satu metode-metode yang sudah disebutkan di atas, karena aktiva yang terlibat memiliki karakteristik unik dan membutuhkan penerapan yang khusus.

Dua metode khusus ini dapat diterapkan pada kasus-kasus tersebut yaitu:
  1. Metode kelompok dan gabungan dimana metode ini sering digunakan pada aktiva yang homogen dan memiliki fungsi yang kurang lebih sama.
  2. Metode campuran dan kombinasi yang diterapkan sesuai dengan keinginan akuntan.
Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer